Surabaya – Suasana kebersamaan dan keberkahan terasa di Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya pada Sabtu (25/04/2026). Sekitar 70 tumpeng menghiasi halaman pondok sebagai simbol rasa syukur dalam rangka Milad ke-28 tahun. Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya H. Imam Utomo Soeparno (Gubernur Jawa Timur periode 1998–2008), pengurus yayasan, para santri, serta masyarakat sekitar. Dalam kegiatan tersebut, terdapat dzikir dan do’a bersama sebagai representasi nilai-nilai keagamaan, sementara tumpeng mencerminkan kearifan budaya Islam khas Indonesia.
Acara diawali dengan penampilan Grup Shalawat Riqul Habib. Lantunan shalawat dan musik islami menciptakan suasana hangat sekaligus khidmat di lokasi acara. Kegiatan kemudian dibuka oleh Pengasuh Pondok Al-Jihad Surabaya, Abah Much. Imam Chambali, dengan pembacaan Surah Al-Fatihah dan doa bersama. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara serta kehadiran seluruh jamaah. “Alhamdulillah, kita bisa bertemu dengan keadaan bahagia. Semoga yang hadir diberi rezeki yang lancar dari berbagai arah seperti air zamzam,” tuturnya.
Abah Imam juga menyampaikan pentingnya berbakti kepada orang tua (birrul walidain) sebagai kunci keberkahan hidup. Beliau menekankan bahwa kesuksesan seseorang tidak lepas dari ridha orang tua. “Kita butuh sekitar 40 tumpeng, namun yang datang justru 70. Ini bukti keberkahan. Maka, selalu muliakan orang tua, karena kesuksesan anak berasal dari birrul walidain,” ujar beliau.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan mahallul qiyam sebagai ciri khas setiap kegiatan di lingkungan pondok. Dalam kesempatan tersebut, pihak pondok juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah berkontribusi, khususnya dalam bentuk tumpeng. Harapannya, setiap kebaikan yang diberikan mendapatkan balasan terbaik dari Allah Swt.
Doa bersama kemudian dipanjatkan, mencakup permohonan keberkahan untuk orang tua, para ulama, wali Allah, serta seluruh pihak yang berjasa bagi Pondok Al-Jihad dan bangsa Indonesia. Kemudian rangkaian acara ditutup dengan doa, harapannya seluruh yang hadir diberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan hidup. Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Ketua Panitia Milad, Abah KH. Syukron Jazilan, yang kemudian diserahkan kepada Ketua Yayasan, Abah Nashir. Acara kemudian dilanjutkan makan bersama yang diiringi shalawat.
Melalui kegiatan tumpengan akbar ini, Pondok Pesantren Al-Jihad tidak hanya merayakan puncak milad, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan penghormatan kepada orang tua sebagai fondasi utama dalam kehidupan.

















