JELANG KEBERANGKATAN, JAMAAH KBIHU BRYAN MAKKAH IKUTI MANASIK PRAKTIK DI ASRAMA HAJI SURABAYA

Surabaya – Sebanyak 293 calon jamaah haji KBIHU Bryan Makkah mengikuti kegiatan manasik praktik haji yang diselenggarakan di Asrama Haji Sukolilo pada Ahad, (5/04/2026). Kegiatan ini menjadi manasik terakhir sekaligus praktik langsung sebelum para jamaah diberangkatkan ke Tanah Suci pada Mei 2026. Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dengan istighosah yang dipimpin oleh Ustadz H. Moh. Ali Hasan. Para jamaah mengikuti rangkaian doa bersama dengan khidmat sebagai bentuk persiapan spiritual sebelum melaksanakan ibadah haji.

Pembimbing KBIHU Bryan Makkah, Abah KH. Much. Imam Chambali, dalam sambutannya menyampaikan beberapa pesan kepada jamaah. Beliau mengingatkan agar para jamaah memperbanyak rasa syukur karena telah sampai pada tahap keberangkatan haji. Beliau juga berpesan agar jamaah tidak mudah mengeluh, selalu lapang hati dalam menjalani rangkaian ibadah, serta tidak membandingkan kelompok satu dengan kelompok lainnya. “Tetap fokus pada ibadah masing-masing, jaga hati, dan perbanyak syukur,” pesannya kepada jamaah.

Tahun ini terdapat beberapa perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika biasanya jamaah KBIHU Bryan Makkah berangkat pada gelombang kedua, tahun ini jamaah berangkat pada gelombang pertama, yakni Kloter 50 yang dijadwalkan berangkat pada 4 Mei 2026. Selain itu, terdapat kebijakan terkait penyembelihan DAM yang sebagian dapat dilakukan di Indonesia dan sebagian di Makkah sesuai arahan dari Kementerian Haji.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan perlengkapan haji serta materi kesehatan. Tim kesehatan mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi fisik dengan istirahat cukup, tidak begadang, serta menjaga pikiran tetap positif selama menjalankan ibadah haji. Jamaah kemudian melaksanakan praktik pemakaian ihram dan simulasi rangkaian ibadah haji lainnya yang dipimpin langsung oleh Abah KH. M. Syukron Djazilan Badri. Kemudian rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama.

Dalam kegiatan tersebut, beberapa jamaah mengaku manasik praktik sangat membantu mereka memahami rangkaian ibadah haji seperti yang dirasakan oleh Ibu Dewi, jamaah asal Surabaya, beliau mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru setelah mengikuti manasik. Beliau mengatakan bahwa sebelumnya belum pernah memiliki pengalaman haji maupun umrah, sehingga manasik menjadi bekal penting baginya. “Alhamdulillah karena saya belum pernah pengalaman haji dan umrah, jadi setelah mengikuti ini jadi tahu kegiatannya apa saja, doanya apa saja, larangannya apa, kewajibannya apa. Setidaknya dapat rangkuman apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa sebenarnya dirinya mendapat jadwal keberangkatan haji pada tahun 2036. Namun karena mendampingi suaminya, beliau dapat berangkat lebih awal pada tahun ini. “Insyaallah setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih siap hajinya,” tambahnya. Beliau juga berharap KBIHU Bryan Makkah semakin sukses dan terus memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah.

Sementara itu, jamaah lainnya, Maliawan asal Pasuruan, mengaku semakin mantap setelah mengikuti manasik praktik. “Setelah mengikuti manasik ini lebih mantap, sebelumnya belum begitu paham, sekarang alhamdulillah sudah paham,” katanya.

Maliawan juga menceritakan bahwa dirinya telah menunggu keberangkatan haji selama 14 tahun. Beliau sebenarnya dijadwalkan berangkat tahun lalu, namun karena belum siap, keberangkatannya diundur ke tahun ini. Beliau berharap seluruh rangkaian ibadah hajinya dapat berjalan lancar.

Rencananya, seluruh jamaah akan mengikuti pelepasan jamaah haji di Masjid Al-Akbar Surabaya pada 26 April 2026 sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci pada 4 Mei 2026. Dengan manasik praktik ini, diharapkan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, tertib, dan mabrur. (Nadia/Rindu)

Bagikan

INFORMASI TERBARU LAINNYA