Surabaya – Jamaah haji dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Bryan Makkah Kloter 50 resmi diberangkatkan pada Senin (4/5/2026). Para jamaah dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada 5 Mei 2026 dan diperkirakan kembali ke tanah air pada 13 Juni 2026. Dalam kloter ini, turut serta pengasuh serta pengurus Yayasan Al-Jihad Surabaya sebagai pembimbing haji, di antaranya KH. Much. Imam Chambali, KH. M. Sukron Djazilan Badri, serta Abah H. Ali Zaenal.
Total sebanyak 292 jamaah haji tergabung dalam KBIHU Bryan Makkah tahun ini. Mereka berasal dari berbagai wilayah di sekitar Surabaya, seperti Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan daerah sekitarnya. Sebelumnya, jumlah jamaah tercatat sebanyak 295 orang, namun tiga di antaranya batal diberangkatkan karena kendala tertentu.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Para jamaah telah berkumpul sejak sebelum subuh, kemudian diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo pada pukul 05.45 WIB. Rangkaian kegiatan diawali dengan salat subuh berjamaah, dilanjutkan pembacaan istighotsah yang dipimpin oleh Abah KH. Imam Chambali, serta dilanjutkan dengan pengarahan kepada para jamaah.
Dalam arahannya, Abah Imam mengingatkan pentingnya menjaga rasa syukur dan adab selama menjalankan ibadah haji. Beliau menekankan agar para jamaah senantiasa menghadirkan hati yang baik, memperbanyak dzikir, serta menghindari perilaku yang tidak terpuji. “Menjadi tamu Allah adalah nikmat yang besar, maka perbanyak syukur. Jaga hati, perbanyak dzikir, dan hindari perkataan yang tidak perlu. Jangan tergesa-gesa, jalani dengan hati yang tenang dan bahagia,” pesannya.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Masjid Al-Akbar Surabaya atas dukungan yang diberikan dalam proses pelepasan jamaah, seraya berharap kerja sama yang terjalin senantiasa mendapat ridha Allah Swt. Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Abah Prof. Dr. KH. Saiful Jazil. Suasana haru semakin terasa saat para jamaah saling berjabat tangan, diiringi lantunan talbiyah yang mengiringi keberangkatan mereka menuju Asrama Haji.
Salah satu jamaah, Muhammad Kholili (47), warga Surabaya, mengungkapkan rasa syukurnya setelah menunggu selama 12 tahun sejak mendaftar pada 2014. Beliau berangkat bersama sang istri dan menyebut bahwa ibadah hajinya kali ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya menunaikan haji pada 2006. “Alhamdulillah, pelayanan di Bryan Makkah semakin baik, mulai dari bimbingan hingga fasilitas di Madinah yang terlihat lebih dekat. Harapannya ke depan, pelayanan dan manasik terus ditingkatkan, khususnya di Indonesia,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh jamaah perempuan asal Waru, Sidoarjo, Suma’iyah (60). Beliau mengaku merasakan haru dan bahagia setelah penantian selama 14 tahun untuk dapat berangkat ke Tanah Suci. “Perasaannya campur aduk, senang karena dipanggil Allah, tapi juga terharu karena perjuangannya panjang. Semoga ibadah ini bisa menambah keimanan,” tuturnya.
Keberangkatan jamaah KBIHU Bryan Makkah ini menjadi awal perjalanan spiritual menuju haji yang mabrur. Semoga seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dalam beribadah, serta kembali ke tanah air dengan selamat sebagai pribadi yang lebih baik. (Nadia/Nafisah)

















