SEMARAK MILAD KE-28 AL-JIHAD, RIBUAN JAMAAH HADIRI DZIKIR BAROKAH DAN PENGAJIAN AKBAR

Surabaya – Dalam rangka memperingati Milad ke-28, Yayasan Al-Jihad Surabaya menggelar Pengajian Akbar dan Dzikir Barokah pada Ahad (26/04/2026) yang bertempat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dan tamu kehormatan, di antaranya Romo KH. Husein Ilyas, Romo KH. Much. Imam Chambali, H. Imam Utomo Soeparno, Dr. H. Emil Elistianto Dardak, B.Bus., M.Sc., H. Mochammad Nur Arifin, Dr. KH. Muhammad Sudjak, M.Ag., Dr. KH. Akhmad Jazuli, S.H., M.Si., Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., jajaran pengurus Yayasan Al-Jihad Surabaya, jamaah haji KBIHU Bryan Makkah, serta ribuan jamaah dari berbagai daerah.

Sejak sebelum Subuh, jamaah telah memadati area masjid. Antusiasme tinggi terlihat dari terus berdatangannya jamaah untuk mengikuti rangkaian dzikir dan pengajian penuh keberkahan. Sebelum acara dimulai, suasana masjid dipenuhi lantunan shalawat oleh grup shalawat Riqul Habib, disertai penayangan video profil santri yatim Al-Jihad dan Pondok Pesantren Al-Jihadul Chakim Mojokerto.

Tepat pukul 07.00 WIB, acara resmi dibuka oleh pembawa acara, Hj. Nur Cita Qomariyah, M.Kom.I, dengan pembacaan Surah Al-Fatihah. Selanjutnya, istighotsah dipimpin oleh Romo KH. Much. Imam Chambali. Beliau menyampaikan dan memanjatkan doa secara khusus kepada para jamaah, “Semoga seluruh yang terlibat dalam Milad ke-28 ini diberikan rezeki seperti mengalirnya air Zamzam dan dikaruniai anak cucu yang shalih dan shalihah,” tutur beliau.

Rangkaian dzikir dilanjutkan dengan mahallul qiyam oleh grup shalawat Riqul Habib, kemudian pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Risma, santri Pondok Pesantren Al-Jihadul Azhar. Selanjutnya, penyampaian sambutan oleh H. Mochammad Nur Arifin selaku perwakilan Yayasan Al-Jihad. Dalam sambutannya, beliau mengajak para jamaah untuk istiqomah menghadiri majelis dzikir dengan niat ngalap barokah dan mengharap ridha Allah Swt, beliau juga menegaskan, “Sejatinya kita ini fakir di hadapan Allah. Semoga kita senantiasa diberi jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak terduga,” ujar beliau.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Gubernur Jawa Timur, Dr. KH. Akhmad Jazuli. “Kami mengapresiasi Yayasan Al-Jihad yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi umat, utamanya dalam membimbing dan mendampingi calon jamaah haji. Semoga dengan lantunan shalawat, jamaah haji diberi kelancaran, kesehatan, dan dapat memenuhi syarat, rukun, serta wajibnya haji sehingga menjadi haji yang mabrur.” ungkap beliau.

Pada pertengahan acara, dilaksanakan prosesi pelepasan calon jamaah haji KBIHU Bryan Makkah tahun 2026. Penyematan ID card dan penyerahan paspor dilakukan secara simbolis oleh Dr. KH. M. Syukron Djazilan, M.Ag. M.Pd. kepada perwakilan jamaah, diiringi lantunan talbiyah yang menambah suasana haru.

Memasuki acara inti, Romo KH. Much. Imam Chambali menyampaikan tausiyahnya, “Jika ingin dimudahkan dalam ibadah haji, mintalah doa kepada orang tua. Jika sudah tiada, kirimkan Al-Fatihah,” pesan beliau. Selanjutnya, pembacaan doa dipimpin oleh Romo KH. Husein Ilyas yang menghadirkan suasana khusyuk dan penuh haru. Dalam hal ini beliau menyampaikan ijazah doa kepada para jamaah, “robbana atmim lana nurona waghfirlana innaka ala kulli syai’in qodir” dibaca sebanyak tiga kali agar diberi rezeki yang lancar dan barokah.

Acara dilanjut dengan tausiyah yang disampaikan oleh Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A. Beliau menyampaikan tentang keutamaan barokah, “Keberkahan itu hadir ketika kita berkumpul dalam majelis bersama para ulama dan sesepuh,” tutur beliau. Beliau juga mendoakan agar Al-Jihad semakin diberkahi di usianya yang ke-28.

Di penghujung acara, Romo KH. Much. Imam Chambali kembali mengajak para jamaah berdoa agar senantiasa diberi keselamatan, keberkahan, dan pertolongan dari Allah Swt. Sebagai penutup, acara dimeriahkan dengan pembagian doorprize berupa 17 amplop berisi uang tunai serta 2 tiket umrah gratis dari KBIHU Bryan Makkah dan Ashfa Tour and Travel. Dua penerima hadiah umrah tersebut adalah Bapak Waris asal Sidoarjo dan Ibu Parsiyam asal Nganjuk. Dalam wawancaranya, Ibu Parsiyam mengaku tidak menyangka akan mendapatkan hadiah tersebut. “Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa mendapatkan hadiah umrah ini,” ungkapnya dengan haru. Beliau juga menyampaikan tidak memiliki amalan khusus, melainkan hanya berusaha rutin bersholawat.

Salah satu jamaah haji yang hadir juga mengungkapkan kesannya terhadap acara tersebut. “Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini. Lantunan shalawat dan tausiyah para beliau begitu menyentuh hati. Ditambah lagi suasana kebersamaan yang luar biasa dengan adanya hadiah umroh menjadikan acara ini berkesan,” ungkapnya. Beliau juga berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan. “Semoga ke depan acaranya semakin meriah dan terus memberikan manfaat bagi umat,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Pengajian Akbar dan Dzikir Barokah Milad ke-28 Al-Jihad tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat spiritualitas, menumbuhkan semangat istiqamah dalam majelis dzikir, serta meneguhkan harapan akan keberkahan yang terus mengalir bagi seluruh umat. (Nadia/Rindu/Eni/Nafis)

Bagikan

LIPUTAN KEGIATAN LAINNYA