Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti pelaksanaan Haflah Akhirussanah dan Tasyakuran Kelulusan PPTQ dan MTs Al-Jihadul Chakim Tahun Ajaran 2025/2026 yang diselenggarakan pada Ahad (21/6/2026) di Penunggulan, Kebontunggul, Kec. Gondang, Mojokerto. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi para santri, wali santri, serta keluarga besar pondok dalam merayakan keberhasilan para peserta didik yang telah menyelesaikan masa belajarnya.
Acara yang sekaligus menjadi wisuda kelulusan angkatan ketiga tersebut diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah air sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada para santri.
Sambutan Pengasuh Yayasan Al-Jihadul Chakim yang disampaikan oleh Romo KH Much Imam Chambali menjadi salah satu bagian yang paling berkesan dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini turut mengasuh, membimbing, dan mendukung perkembangan Al-Jihadul Chakim. Beliau juga mendoakan para santri yang akan melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren lain agar tetap memperoleh pendidikan Al-Qur’an yang baik, “Mudah-mudahan anak-anak yang melanjutkan ke pondok lain tetap mendapatkan pendidikan Al-Qur’an yang baik, syukur-syukur lebih baik dari yang didapatkan di sini,” ujarnya.
Selain itu, KH Much Imam Chambali menekankan pentingnya pendidikan yang dilandasi kasih sayang. Menurutnya, mendidik anak tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan duniawi semata. Orang tua maupun pendidik perlu mengedepankan pendekatan yang penuh cinta dan kesabaran. Beliau berpesan agar tidak mudah menyalahkan anak, melainkan membiasakan diri untuk mendidik dengan kasih sayang dan keteladanan.
Pesan serupa juga disampaikan Kepala Pondok Pesantren Al-Jihadul Chakim, Ustadz Rizky Hidayatullah, S.E. Dalam sambutannya, beliau mewakili para asatidz berpesan agar para santri tidak pernah meninggalkan kegiatan mengaji meskipun telah lulus dari pondok. “Untuk para santri, meskipun sudah lulus dari sini tetaplah Ngaji. Ngajilah sampai akhir hayat, karena jalan utama menuju Allah adalah jalan belajar dan mengajar,” pesannya. Beliau juga mengingatkan para santri untuk senantiasa menghormati guru serta menjaga adab dalam menuntut ilmu. Menurutnya, adab adalah akar, sedangkan ilmu adalah pohonnya. Dari keduanya akan tumbuh buah yang manis dan bermanfaat bagi kehidupan.
Sementara itu, perwakilan wali santri, Ibu Khusnul Khotimah, S.Pd., menyampaikan rasa haru dan terima kasih kepada seluruh jajaran pondok. “Jujur, berat bagi kami berpisah dengan Al-Jihadul Chakim. Di sini anak-anak kami dididik oleh ustadz dan ustadzah dengan penuh perhatian. Bahkan belum sampai satu tahun, putra-putri kami sudah berubah menjadi lebih santun dalam berbicara kepada orang tua,” ujarnya.
Pada tahun ini, sebanyak 22 santri mengikuti prosesi wisuda kelulusan, dengan 14 di antaranya diwisuda dalam program tahfidz Al-Qur’an, mereka menuntaskan hafalan hingga tujuh juz melalui tasmi’. Acara semakin meriah dengan penampilan persembahan dari siswa kelas IX serta penayangan video kenangan yang menampilkan perjalanan belajar para santri selama menempuh pendidikan di Al-Jihadul Chakim. Kemudian Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Saiful Jazil, M.Ag. Dengan terselenggaranya haflah akhirussanah ini, diharapkan para lulusan Al-Jihadul Chakim dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan tetap membawa nilai-nilai Al-Qur’an, akhlak mulia, serta semangat menuntut ilmu yang telah ditanamkan selama berada di lingkungan pondok pesantren.

















