BERSANDING DENGAN ULAMA

BERSANDING DENGAN ULAMA

Santri yang setiap hari hidup di pondok memiliki banyak keuntungan. Kesempatan menyerap ilmu dari Kyai dan Ulama lebih dekat dengan Allah SWT dengan dorongan lingkungan yang mendukung.

PANDAILAH MENCARI TEMAN KEPERCAYAAN

PANDAILAH MENCARI TEMAN KEPERCAYAAN

Dalam perjalanan Rasulullah menuju ke madinah, banyak dari mereka yang masuk islam. Semenjak masuk islam, mereka yang dulunya tak mengenal halal haram, akhlak baik, dan apapun terkait agama senantiasa mengubah diri menjadi manusia yang taat.

HIDUP DENGAN KERIDHOAN ALLAH SWT

HIDUP DENGAN KERIDHOAN ALLAH SWT

Ridho merupakan sikap mempercayai atau meyakini dengan bersungguh-sungguh bahwa apa yang menimpa kita di dalam hidup baik itu hal yang disukai atau tidak merupakan takdir terbaik dari Allah Swt.

BAHAGIA DENGAN MEMBAHAGIAKAN ORANG LAIN

BAHAGIA DENGAN MEMBAHAGIAKAN ORANG LAIN

Tidak dapat kita pungkiri, bahwa disekitar kita ada banyak hal, yang mana sebagian orang telah memiliki harta yang banyak,  diberi kemegahan dan kemewahan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan dimudahkan rezekinya

ACHMAD SOEBARDJO DALAM SEJARAH KEMERDEKAAN

ACHMAD SOEBARDJO DALAM SEJARAH KEMERDEKAAN

Salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, terlebih menjelang proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 merupakan Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo yang lahir pada 23 Maret 1896 di Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat.

BERFIKIR DENGAN ILMU, BERSIKAP PENUH ADAB

Romo KH. Husein Ilyas

Sejatinya manusia diharuskan untuk banyak sekali membaca. Karena dengan membaca, apa yang semulanya tidak diketahui menjadi dapat dimengerti, sebab musababnya. Dengan membaca, otak manusia akan terpacu untuk bekerja. Yang kemudian, dapat menghasilkan sebuah pemikiran.

PEMBERLAKUAN KEPADA JENAZAH YANG SYAHID DAN KEPADA JENAZAH WARIA

PEMBERLAKUAN KEPADA JENAZAH YANG SYAHID

Syahid dalam hal pahala namun tidak disikapi dengan hukum syahid di dunia (syahid akhirat). Contoh syahid jenis ini adalah mati karena melahirkan, mati karena wabah penyakit, mati karena reruntuhan, dan mati karena membela hartanya dari rampasan atau perampokan, begitu pula penyebutan syahid lainnya yang disebutkan dalam hadits shahih. Mereka tetap dimandikan, dishalatkan, namun di akhirat mendapatkan pahala syahid. Namun pahalanya tidak harus seperti syahid jenis pertama.