KBIHU BRYAN MAKKAH GELAR MANASIK HAJI PERDANA, BEKALI JAMAAH MENUJU TANAH SUCI TAHUN 2027

Surabaya – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Bryan Makkah kembali menggelar manasik haji perdana untuk musim haji 2027 di Masjid Al-Jihad Surabaya. Acara yang berlangsung pada hari Ahad, (26/07/2026) ini diikuti oleh sekitar 250 calon jamaah haji. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membekali jamaah dengan pemahaman manasik haji sekaligus mempersiapkan perjalanan ibadah menuju Tanah Suci.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh Ustadz Ali Hasan, S.Pd.I. Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan istighotsah dan ditutup dengan pembacaan Surah Al-Fatihah sebagai pembuka rangkaian manasik. Dalam sambutannya, Ustadz Ali menyambut hangat para calon jamaah haji tahun 2027. “Ahlan wa sahlan, selamat datang dan selamat bergabung di KBIHU Bryan Makkah Surabaya. Insyaallah panjenengan semua adalah tamu-tamu Allah yang akan berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2027. Semoga Allah Swt. senantiasa menganugerahkan keselamatan, kesehatan, dan kemudahan hingga tiba di Tanah Suci,” tuturnya.

Setelah pembacaan istighosah, Ustadz Ali mengajak jamaah haji untuk melantunkan talbiyah bersama, Ustadz Ali menjelaskan bahwa lafaz Labbayk Allahumma Labbayk bukan sekadar bacaan yang dikumandangkan saat haji dan umrah, tetapi juga menjadi simbol kesiapan seorang hamba memenuhi panggilan-Nya.

Selanjutnya, jamaah memperoleh pengenalan mengenai profil KBIHU Bryan Makkah, mulai dari sejarah berdiri, visi dan misi, fungsi, hingga sistem pembimbingan yang diterapkan. Ustadz Ali menjelaskan bahwa KBIHU tidak hanya mendampingi jamaah selama manasik dan pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga mendorong para alumni untuk tetap menjaga silaturahmi dan kemabruran melalui Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Beliau juga menyampaikan bahwa salah satu ciri khas KBIHU Bryan Makkah adalah membiasakan jamaah berdzikir setiap dua hari sekali selama berada di Tanah Suci.

Materi berikutnya disampaikan Ustadz H. Zainal Abidin, S.H.I., M.Pd. mengenai persiapan pemberkasan keberangkatan haji tahun 2027. Beliau menjelaskan tahapan administrasi yang harus dipenuhi calon jamaah, termasuk pentingnya pemeriksaan kesehatan sebagai syarat istitha’ah sebelum pelunasan biaya haji. Dalam pemaparannya, Ustadz Zainal Abidin menyampaikan bahwa manasik haji di KBIHU Bryan Makkah dilaksanakan minimal 12 kali sebelum keberangkatan, dengan pertemuan terakhir berupa praktik manasik haji. Karena itu, bimbingan manasik diselenggarakan rutin setiap Ahad di akhir bulan. Beliau juga mengingatkan jamaah untuk mengikuti seluruh rangkaian hingga praktik manasik sebagai bekal sebelum berangkat ke Tanah Suci. “Haji adalah proses yang panjang. Karena itu, ikutilah seluruh rangkaian manasik agar tidak hanya berangkat, tetapi juga memahami setiap tata cara ibadah yang akan dijalankan,” pesannya.

Sementara itu, salah satu calon jamaah haji, Ibu Aini asal Surabaya yang mendaftar haji pada tahun 2011, dan akan berangkat pada 2027 mengaku memperoleh banyak pemahaman baru melalui manasik perdana KBIHU Bryan Makkah. Sebagai jamaah KH. Much Imam Chambali, ia juga ingin kembali dibimbing langsung oleh beliau pada ibadah hajinya yang kelima. “Manasik ini membuat saya lebih memahami persiapan haji. Saya juga senang karena Abah Imam mengajarkan doa dan amalan yang disesuaikan dengan kemampuan jamaah,” tuturnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Penyampaian materi ditutup oleh Ustadz Zainal Abidin dengan mengucapkan terima kasih atas antusiasme dan kepercayaan seluruh jamaah kepada KBIHU Bryan Makkah. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Zuhur berjamaah dan makan siang bersama. (Nafisah)

Bagikan

INFORMASI TERBARU LAINNYA